Mon. Aug 2nd, 2021

Melakukan donor darah adalah suatu kegiatan yang mulia dan ternyata punya banyak manfaat untuk kesehatan pendonor dan otomatis untuk orang yang menerima pendonoran darah. Pendonoran, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Terlihat sehat saja bahkan tidak cukup, maka dari itu harus ada pemeriksaan lebih lanjut.

Tindakan medis satu ini membutuhkan syarat yang lengkap dari si pendonor. Berikut ini akan dijelaskan serba-serbi pendonor, orang yang tidak boleh mendonorkan.

Syarat Ketika Akan Melakukan Donor Darah

Anda harus mengetahui beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum donor darah. Fungsinya adalah agar tidak membahayakan kesehatan anda, setelah melakukan pendonoran. Syarat ini tentu berlaku bagi siapa saja yang ingin melakukan donor.

  • Seseorang yang punya fisik sehat baik jasmani atau rohani.
  • Seseorang dengan usia 17 sampai 60 tahun. Khusus untuk remaja 17 tahun, hanya boleh melakukan donor jika ada izin tertulis dari orang tua.
  • Berat badan ideal untuk menjadi pendonor yaitu minimal 45 kg.
  • Untuk suhu tubuhnya harus normal yakni 36,6 s/d 37, 5 derajat Celcius.
  • Memiliki tekanan darah yang normal di angka lebih kurang 160 untuk sistolik. Sementara untuk diastolik angkanya lebih kurang 100. Saat pemeriksaan untuk menjadi pendonor, denyut nadi Anda harus mencapai 100 kali per menit.
  • Kadar hemoglobin Anda harus minimal 12 gr/dl khusus wanita. Sementara untuk pria yaitu 12,5 gr/dl

Kategori Orang Tidak Boleh Donor Darah

Ternyata ada beberapa kategori orang yang tidak boleh mengikuti tindakan medis sebagai pendonor darah. Beberapa kelompok orang ini tentu saja memiliki jenis kondisi tertentu sehingga membahayakan ketika memaksakan melakukan pendonoran darah.

  • Menderita Hipertensi, ketika akan melakukan donor darah tentu harus stabil. Ini yang membuat Anda pengidap hipertensi tidak boleh melakukan pendonoran darah. Apalagi bagi yang baru minum obat hipertensi. Anda bisa melakukannya ketika darah sudah stabil dan sudah melewati masa minum obat yakni 28 hari.
  • Menderita Hepatitis B Dan C, ada pula kondisi dimana anda punya riwayat penyakit hepatitis B dan C. Kondisi menghawatirkan seperti ini menyebabkan anda tidak boleh donor darah. Alasannya tentu karena Hepatitis B dan C bisa menular lewat darah. Jika sembuh tetap tidak boleh melakukan pendonoran karena sangat berbahaya dan beresiko.
  • Sedang hamil, orang yang mengandung biasanya sirkulasi darah di dalam rahim umumnya berkurang. Maka dari itu orang hamil tidak boleh melakukan pendonoran darah karena bisa menyebabkan sirkulasi darah yang berkurang dan janin bisa stress. Apalagi untuk Anda yang punya penyakit anemia, melakukan penawaran darah maka akan memperparah kondisi anemia yang diderita. 
  • Berat dibawah standar prosedur donor darah, orang yang memiliki berat di bawah 45 kg dinyatakan tidak boleh mengikuti pendonoran darah. Karena biasanya orang yang punya berat terlalu rendah memiliki darah yang sedikit pula. Hal tersebut jika dipaksakan tentu akan membahayakan diri pendonor. belum lagi pendonor dengan berat di bawah 45 kg besarnya rentan terkena anemia.

Tentu anda sudah serba-serbi seputar donor darah. Untuk diketahui pula bahwa tindakan satu ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pendonornya Salah satunya yaitu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan sel darah merah. Untuk berita lebih lengkap mengenai pendonoran darah ini bisa anda baca di SehatQ.com, nah pilih bagian tindakan medis.